__

|SERBALANDA|

|SAHABAT BERWISATA DI EROPA|

Home Private dan Paket Tour Obyek Wisata Eropa Hubungi Kami

Service Kami

Supir Santun

dengan senang hati, kami menemani kawan jalan-jalan di Eropa

Read More

Private Tour

Kami siap mengantar wisatawan berkunjung ke tempat tujuan sesuai keinginan. Pelayanan dengan penuh keramahan dan kenyamanan.

Read More

Paket Tour

Kami menawarkan wisata Open Trip di Eropa dengan kendaraan yang nyaman dan perjalanan yang menyenangkan.

Read More

Syarat dan Ketentuan

Aturan main untuk pemesanan, pembayaran dan pengiriman.

Read More

Berita Hangat

2014/12/24

Dua Jam, Tukang Koran Dapat Rp. 6 Juta

Dua Jam, Tukang Koran Dapat Rp. 6 Juta


Tukang antar koran di Belanda berpesta tiap akhir tahun. Pendapatannya bisa sampai Rp. 6 juta dalam dua jam.

Sudah menjadi tradisi di Belanda ini, kalau di akhir tahun penduduk menyiapkan uang kepingan koin  € 0,50, € 1,- atau € 2,- di rumahnya. Recehan itu untuk pengantar koran dan folder iklan dari rumah ke rumah. 


Bel Pintu
Antara tanggal 20 - 24 Desember berapa p
engantar koran dan reklame ini datang bawa koran atau selebaran iklan. Berbeda dari biasanya, ia kali ini akan memijit bel rumah, "ting-tong" dan menyerahkan langsung kertas itu. 

Biasanya dia menyertakan kartu Natal dan Tahun Baru. Dan memperkenalkan diri seraya berujar "Selamat Menyambut Natal dan Tahun Baru." 

Mana Angpao?
Remaja ini akan diam dan nunggu barang setengah menit, yang intinya. "Mana, nih Angpaonya?!"  Penulis sudah 20 tahun apal dan melihat hal yang sama di Almere, Utrecht maupun di Nieuwegein. 

Wilayah penyebaran koran per anak bisa sampai 1000 alamat. Dengan pukul rata, 500 memberi uang €1,- maka hasilnya sekali ngider bisa dapat € 500. Sekitar Rp. 7,5 juta, itu angka yang fantastis men! Bonus THR senilai dengan kerja dia selama 3 bulan.

Ini sudah jadi tradisi di Belanda. Sejatinya kita tidak wajib memberi uang ke pengantar folder dan koran gratis. "Toh akhirnya kertas-kertas itu langsung mendarat ke tempat sampah." Apalagi di zaman sekarang ini iklan yang sama bisa dilihat di internet.


Mau Kerja
Penulis memilih memberi, lebih karena kasihan, dan rasa ingin mendidik saja kepada anak-anak ini. Bahwa "kalau kamu bekerja dengan baik, akan memetik hasilnya."

Mengantar koran lebih baik daripada diam sambil memainkan jari jemari dan mata memandangi layar Tablet dan Smart-Phone sambil cengigisan! Remaja pengantar koran ini, mungkin juga doyan main tablet, tapi dia masih bisa cari uang sendiri. Dan di akhir tahun dapat bonus ge-de.

Tatapan Bermakna
Kembali ke cerita di depan pintu. Dari tatapan mata si anak terpancar ungkapan tidak tertulis yang berarti: Mana recehnya? 

Bahasa isyarat itu mirip anak kecil di Indonesia yang baru saja disuruh paman atau ayah membeli rokok atau voucher ke warung. Tangannya menyerahkan sebungkus rokok atau voucher, berserta uang kembalian. Mata si anak, melempar pesan.. "Recehan ini, untuk siapa ya?"

Sebenarnya perbandingan bahasa isyarat pengantar koran lebih mirip dengan Pengamen di Indonesia. Datang tak diundang, pulang minta recehan. Tatapan matanya sama.. "Aku kan sudah nyanyi.. haus nih.. untuk beli minumnya mana?"  Akhirnya kita tidak bisa menolaknya.



Kerja Sambilan
Dalam Bahasa Belanda profesi pengantar koran disebut dengan Krantenloper atau Folderbezorger. Pekerjaan ini bersifat sambilan untuk satu sampai dua hari seminggu. Sekali mengider koran atau folder biasanya memakan waktu satu sampai dua jam. 

Anak sekolah setingkat SMP di Belanda biasanya mencari tambahan uang saku dari perkerjaan ini. Tidak menghabiskan banyak waktu dan tidak perlu keahlian khusus, cukup kondisi fisik yang prima. Karena koran itu kalau masih bertumpuk, cukup berat. Bagi seorang remaja tidak masalah karena fisik masih bugar dan hanya butuh satu sampai dua jam per ronde.

Gonggongan Anjing
Walaupun kadang dihadapkan masalah: Gonggongan Anjing Galak, Hujan-Salju serta Badai tapi kalau sudah dekat Natal seperti sekarang ini, mereka semangat karena bonusnya lumayan besar.

Dengan uang Rp. 7 jutaan di kantong, para remaja ini perlu hati-hati juga jalan sendirian. Sebab tidak jarang ada aksi pemalakan atau perampokan yang menyasar pada remaja yang baru dapat Angpao. Jangan sampai, ingin Untung malah Buntung!

2014/12/13

Hati-hati Jika Indonesia Buka 10 Restoran di Belanda!

Hati-hati Jika Indonesia Buka 10 Restoran di Belanda!

Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya akan membuka 10 restoran Indonesia di setiap negara. Apakah juga di Belanda yang sudah ada ratusan resto Indonesia?


Trobosan Baru
Eka Tanjung dari Serbalanda, mencatat banyak terobosan baru yang dilakukan pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menteri Perikanan Susi menerapkan kebijakan tegas terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Menteri Imam Nahrawi akan melakukan pembenahan sepak bola nasional. Dan masih banyak lainnya. Semua menteri tampaknya mendapat perintah untuk "Kerja-Kerja-Kerja."


10 Resto Tiap Negara
Pekan lalu giliran Arief Yahya Menteri Pariwisata mengumumkan target membuka 10 restoran Indonesia di tiap negara di dunia. Pria kelahiran Banyuwangi itu menyampaikan rencananya pada pembukaan Pekan Wisata Kuliner Tradisional Nusantara 2014 di Jakarta 12 Desember 2014 lalu.

2014/12/11

Soal Berhitung, Indonesia Lebih Hebat dari Belanda

Soal Berhitung, Indonesia Lebih Hebat dari Belanda

Belanda terkesan iseng dan kurang kerjaan. Kulit kerang diamati, jumlah domba saja dihitung. Indonesia tetap lebih hebat.


Serbalanda dibuat bingung oleh ulah lembaga Belanda yang selalu merilis jumlah benda yang ada di negeri ini. Kelahiran, kematian, jumlah kodok, ikan, perceraian. Detiiil sekali. Sampai dibuat grafik dan lainnya. 




Biro Statistik
Lembaga itu namanya CBS (Centraal Bureau voor de Statistiek) mereka mendata segala macam hal yang terbang, yang berenang atau yang berjalan kaki. Yang berkaki empat, dua, sampai yang hanya berkaki satu saja dilaporkan. 


Baru-baru ini di media Belanda muncul judul lucu. "Jumlah Peternakan Domba, di Belanda Menurun."

Haha.. untuk apa jumlah peternakan domba kok sampai dilaporkan? Kita kan perlu: Satenya. Ada domba kita sate, tidak ada domba ya impor. Gitu aja kok repot, nda..Nda. Yang penting kita bisa makan Sate atau Gulai. Sukur-sukur dapat Gulai Rudal. 

Domba Turun 
Dalam berita itu disebutkan bahwa: Jumlah peternakan domba di Belanda menurun hampir sepertiga pada tahun 2014. Tahun 2000 jumlah perusahaan yang memelihara domba sebanyak 17.500. Mereka tercengang, lho empat tahun kemudian di 2014 jumlah perusahaannya kok menjadi 12.000 saja. Demikian lapor Centraal Bureau voor de Statistiek (CBS).


"Jumlah dombanya juga menurun. Tahun 2000 lalu jumlahnya masih 1,3 juta, tahun ini kok menurun menjadi kurang dari satu juta," kata laporan itu. Belanda ini bagaimana sih, lho kan disate? Ya berkurang dong.

Oke lah mungkin penghitungan itu bisa bermanfaat bagi ekonomi, ekologi, perternakan, lingkungan hidup dll. Tapi sudah lah, jangan diumumkan ke publik yang sebenarnya lebih tertarik pada sate atau gule. 



Indonesia Cerdas
Serbalanda menilai Indonesia punya pemecahan yang berbeda soal hewan.  Contoh Sapi. Ketika kekurangan sapi, dan wilayah Indonesia "yang luas" kekurangan lahan ya ambil sapi impor. Tidak usah ngurusi dan tangan gak usah bau tai sapi, sudah dapat sapi gemuk-gemuk dari Australi. Rendang dan Empal mak nyuss segera tersaji.





Indonesia Hebat!
Kembali soal berhitung. Orang Londo kurang mampu menghitung mahluk halus yang tidak kasat mata. Indonesia lebih jago dari Belanda. Kita bisa menghitung jumlah hantu. Di kuburan, di rumah tua sampai yang masuk ke dalam badan tetangga bisa dihitung. Kamera TV Indonesia bisa menangkap penampakannya. Kita lebih hebat kan?!

2014/12/08

Sejarah Evolusi Harus Ditulis Ulang: Jejak Kecerdasan "Orang Ngawi" Setengah Juta Tahun Silam

Sejarah Evolusi Harus Ditulis Ulang: Jejak Kecerdasan "Orang Ngawi" Setengah Juta Tahun Silam

Penemuan torehan pada kulit kerang asal Trinil memaksa sejarah evolusi manusia untuk ditulis kembali. Siapa sangka, nenek moyang kita di Ngawi sudah mampu membuat pola "kelok-kelok" sejak setengah juta tahun yang lalu!

Selama ini, dunia arkeologi menganggap torehan tertua karya manusia baru muncul sekitar 100 ribu tahun lalu di Afrika. Namun, temuan di Jawa Timur ini membuktikan bahwa manusia purba sudah menggunakan peralatan dan membuat karya seni jauh lebih awal dari dugaan semula.

Temuan Tak Sengaja di Leiden
Homo Erectus: Lebih Cerdas dari Dugaan
Antara "Paikem" dan Label Ilmiah
Di Mana Posisi Ilmuwan Indonesia?

Adalah Dr. José Joordens, arkeolog dari Universitas Leiden, yang menemukan torehan tangan pada kulit kerang air tawar asal Trinil tersebut. Menariknya, kerang ini merupakan bagian dari ratusan koleksi Eugène Dubois yang selama ini tersimpan di Naturalis Biodiversity Center, Leiden, Belanda.

Melalui riset kolaboratif bersama peneliti dari Vrije Universiteit Amsterdam dan Wageningen University, tim menyimpulkan bahwa usia ukiran tersebut berkisar antara 430.000 hingga 540.000 tahun. Gila, setengah juta tahun! Itu usia yang sangat tua bagi sebuah karya seni.

Temuan ini mengejutkan jagat sains. Pasalnya, ukiran tertua sebelumnya yang ditemukan di Kenya dan Ethiopia (kawasan Danau Turkana) baru berusia 100.000 tahun. Artinya, Homo erectus atau Manusia Jawa sudah melakukannya empat kali lebih awal!

Nenek moyang kita yang hidup di sepanjang bantaran Bengawan Solo ini ternyata bukan sekadar pengembara. Kemampuan mereka mengukir di atas kulit kerang menandakan adanya kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, dan mungkin... identitas diri.

Di sinilah letak ironinya. Manusia cerdas yang sudah bisa "menulis" di atas kerang ini pasti punya nama, bukan? Bisa saja pengukirnya bernama Simbah Paikem atau Mbah Harjo. Bayangkan perasaan mereka di alam sana saat melihat nama mereka diganti secara paksa oleh ilmuwan modern menjadi "Homo erectus".

Bagi saya, ini terasa seperti pemerkosaan terhadap peradaban. Jika sejarah memang harus direvisi, mengapa kita tidak sekalian saja memberi nama yang lebih "lokal"? Daripada istilah Latin yang kaku, bukankah "Simbah Paikem" terasa lebih menghargai jati diri mereka sebagai leluhur kita?

Hal lain yang membuat saya heran adalah posisi Indonesia di kancah ilmu pengetahuan dunia. Mengapa sejak zaman kolonial hingga sekarang, kita seolah hanya menjadi objek penelitian?

Lagi-lagi, nama ilmuwan asing yang melejit lewat temuan yang—notabene—adalah karya leluhur orang Indonesia. Pertanyaannya: kapan giliran ilmuwan Indonesia yang memimpin, menemukan, dan memamerkan harta karun sejarah kita sendiri di panggung dunia?

2014/09/17

Orang Maroko Suka Indonesia

Orang Maroko Suka Indonesia


Sabtu 13 September 2014, berlangsung festival budaya di Utrecht. Acara yang dimotori Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Utrecht itu berlangsung meriah. Publik berkenalan dengan keragaman budaya Indonesia. Bagian I. Orang Maroko Suka Indonesia.



Eka Tanjung dari Serbalanda datang sebagai pengunjung di festival tari, lagu dan kuliner di Overvecht di Utrecht Utara. Didukung cuaca yang cerah, pertunjukan itu menyedot banyak pengunjung. Serbalanda menghitung antara 200 sampai 300 orang penonton dan peserta.


Acara sudah mulai ramai dengan berbagai workshop sejak pagi. Belajar membuat layang-layang,  memasak dan banyak lainnya.
Acara bertajuk "Utrecht Indonesian Day 2014" itu berlangsung terahir kali dua tahun silam. 

2014/09/09

Ada Yang Kurang di Pesta Rakyat Kemarin

Ada Yang Kurang di Pesta Rakyat Kemarin

Pesta Rakyat di Wassenaar 6 September berlangsung meriah. Tapi Serbalanda melihat ada yang kurang di hari itu.

Pasar Rakyat 2014 tempo hari lagi-lagi berlangsung meriah. Di pelataran Sekolah Indonesia Nederland (SIN) di Wassenaar banyak kita temukan makanan, minuman, tari dan musik. Namun tampaknya tidak banyak yang mengetahui manfaat sebenarnya dari gedung berlantai dua yang berdiri kaku di tengah pelataran luas itu. 

2014/09/03

Motor di Balik Miss & Mister Indonesisch

Motor di Balik Miss & Mister Indonesisch

Kontes Miss & Mister Indonesisch tahun 2014 ini yang kelima kali. Setelah empat kali di Den Haag, mulai tahun ini di Almere. Siapa sosok di balik acara ini?


2014/08/28

Jeffry Pondaag Pejuang Indonesia di Belanda

Jeffry Pondaag Pejuang Indonesia di Belanda

Jeffry Pondaag dan 3 Penggugat Diterima wakil Partai Sosial
Jeffry Pondaag, kurang dikenal di masyarakat Indonesia. Namun bagi media dan masyarakat Belanda, dia adalah pejuang yang "merepotkan." Presiden Jokowi pasti suka Jeffry!


Kamis 28 Agustus 2014 ini berlangsung proses pengadilan di Den Haag Belanda. Proses menggugat negara Belanda yang dinyatakan bertanggungjawab atas pembantaian ribuan orang di Sulawesi Selatan pada tahun 1947. Pembantaian itu dikomandoi oleh Kapten Westerling.

Proses pengadilan menuntut pengakuan dan ganti rugi adalah prakarsa dari Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB). Jeffry Pondaag adalah motor dari yayasan Belanda pemerhati rakyat sipil Indonesia. Organisasi ini mendatangkan tiga penggugat dari Indonesia.


Ibu Paturusi (82 tahun), Pak Halik (76 tahun) dan Pak Monji (77 tahun). Mereka adalah korban dan saksi hidup dari pembantaian oleh tentara Belanda. Para pelakunya, termasuk Kapten Raymond Pierre Paul Westerling sampai hari ini tidak pernah diadili.

Abdul Halik, Bu Paturusi dan Pak Mondji (Munji)


Ketiganya pada tahun 1947 itu kehilangan ayah mereka yang ditembak mati tentara Belanda. Pak Monji menyaksikan langsung penembakan ayahnya. Eka Tanjung dari Serbalanda melihat penuturan emosional Pak Mondji menceritakan kejadian yang sudah hampir 70 tahun silam.

Dia tidak bisa membendung air matanya jatuh membasahi pipi warna coklat tua itu. Matanya tampak kusam karena derita yang disandangnya sejak menyaksikan ayahnya dibunuh. "Saya menyaksikan ayah ditembak di keningnya. Pelakunya tentara Belanda bertangan kidal," ungkapnya kepada Eka Tanjung dari Serbalanda.

2014/05/26

Pagelaran Indonesia-Belanda-Suriname dan Moksi Alesi

Pagelaran Indonesia-Belanda-Suriname dan Moksi Alesi

Ahad 25 Mei berlangsung pagelaran tari di Rijswijk dekat Den Haag Belanda. Pertunjukan bertemakan Pagelaran Tari Tiga Negara Indonesia-Belanda-Suriname.

"Selamat siang mas Eka. Datang ya ke pagelaran tari 3 negara di Rijswijk. Nama mas sudah kami masukkan daftar tamu," demikian Mas Kaboel Karso, panitia acara bertajuk kebersamaan Indonesia-Belanda-Suriname ini. Berbekal ketertarikan akan budaya Jawa Suriname, Serbalanda datang ke even itu bersama Bari Muchtar, rekan di Radio Nederland Wereldomroep.

Acara yang diprakarsai Forum Javanen in Diaspora Nederland (JID-NL) dan Stichting Comité Herdenking Javaanse Immigratie (STICHJI) itu diselenggarakan di gedung serba guna Don Bosco di Rijswijk Belanda. 




Pagelaran ini menghadirkan para seniman dan sanggar dari Indonesia, Suriname dan Belanda. Pementasan ini memiliki maksud budaya yang perlu mendapat acungan jempol. "Tujuannya untuk menunjukkan bahwa budaya tari yang berakar di Indonesai masih lestari di kalangan diaspora (imigran) di Suriname dan Belanda," demikian terbaca dalam booklet yang dibagikan kepada 200 ratusan pengunjung.

Budoyo Mekar Sari  Pic: Serbalanda


Publik yang memenuhi gendung dihibur selama tiga jam penuh. Hari Minggu yang cerah itu bernuansa tropis dengan tampilnya berbagai seniman dan seniwati:
  • Dance Group DUNYA. Persembahkan :Tarian semi moderen Salsa dibalut musik Marc Anthony - Vivir dan Bachatta Dance, diiringi musik Toke D Keda (Lamenti Boliviano)
  • Sanggar KARTIKA TRISNO BUDOYO menyaji "Katresnan Ibu"
  • BUDOYO MEKAR SARI "Tari Dolanan dan Tari Yapong"
  • KAMTO SUSENO & WIDI ASMORO mengocok perut publik dengan tarian jenaka "Gambyong Poendjul dan Jaipongan"
  • SANA BUDAYA DANCE COMPANY mix modern tradisonal dari Suriname. "Drang"
 Panitia juga mendatangkan dua catering minuman dan makanan khas Suriname. Dawet, Moksi Alesi (Nasi Kuning Suriname), Saoto, Tahu Lontong dll.  Publik tampak sangat menikmati makanan dan juga pertunjukan.


Keakraban juga terpancar dari muka sumringah pada pengunjung dari berbagai lapisan dan negara. Hadir pula Bapak Danang Waskito utusan dari Kedutaan Besar Indonesia di Belanda. Diplomat hitam manis yang selalu tampil ramah itu tampak menyalami beberapa pengunjung sembari melempar senyum. Dengan bahasa Jawa campur Inggris, Mas Danang tampak berbincang dengan Ki Mantep Sapto Sopawiro, dalang asal Suriname.

2014/04/17

Sukses Menularkan Korupsi di Belanda

Sukses Menularkan Korupsi di Belanda

Jokowi calon presiden dari Partai PDI-P mulai tidak waras. Dia ingin membentuk kabinet bebas korupsi. Begitu lancangnya dia ingin mengubah budaya bangsa yang telah susah payah disosialisasikan. Kita harus pilih si Asep Galing saja. 

Dia adalah pria kampung yang berhasil menularkan korupsi di Belanda. Dia berkisah tentang pengalaman di pelataran parkir ngerjain bule. Berikut ceritanya:

Kamis kemarin aku dapat pemasukan uang ekstra di tempat parkir. Aku "menjual" kartu bukti parkir ke seorang pemilik mobil yang kena denda. 

2014/04/01

Aku Tidak Mau Nyoblos Percuma!

Aku Tidak Mau Nyoblos Percuma!

Dalam kebingungan mencari caleg bersih untuk Pemilu 2014, saya menemukan salah satu sumber informasi yang menarik. 

Aku hanya punya satu kartu suara, tapi tidak akan dikasih begitu saja. Bagaimana menurut kawan situs ini: www.bersih2014.net ??

Sudah lima kali nyoblos dalam 25 tahun ini, rasanya setiap kali ketipu. Wakil rakyat tidak mencerminkan aspirasi rakyat luas. Semoga dengan bantuan situs-situs yang membuka track record para caleg bersih, kondisi bangsa akan menjadi membaik. 

Kalau kawan punya sumber lain?

2014/03/30

Belanda Tidak Berhenti Kampanye Sampah

Belanda Tidak Berhenti Kampanye Sampah

Belanda Tetap Bersih. Tanggal 29 Maret kemarin Belanda menjadikan hari nasional gotong royong membersihkan lingkungan. Contoh yang bisa ditiru.

Saya melihat iklan di televisi muncul imbauan kepada publik untuk menjadi suporter atau sukarelawan menyisir sampah yang berserakan. Seketika saya sempat meragukan aksi ini, untuk apa? Bukan kah mulungi sampah itu kerjaan yang hina? Dan untuk apa ada Dinas Pekerjaan Umum, kalau masyarakat juga masih harus membantu?

Pada 29 Maret itu akhirnya puluhan ribu anak sekolah dan masyarakat melakukan penyisiran lingkungan memunguti sampah. Penyelenggara merasa puas dengan partisipasi dan hasil pengumpulannya.

2014/03/28

Musim Semi, Pejantan Unjuk Kebolehan Demi Keturunan

Musim Semi, Pejantan Unjuk Kebolehan Demi Keturunan

Menyaksikan foto indah musim semi, membangkitkan semangat mengamati tanda-tanda alam. Serbalanda merasakan perubahan di sekeliling. Suara burung berkicau!

Musim semi secara resmi dimulai tanggal 20 Maret. Pagi ini, ketika musim semi berusia sepekan Serbalanda mendengar suara kicauan burung di pohon depan rumah. Suara saling bersautan itu sering muncul beberapa hari ini. Unggas-unggas itu sedang berbenah menyiapkan regenerasi. 





Gambar yang dimunculkan Bari Muchtar di laman Facebooknya, mengingatkan Serbalanda lebih teliti mengamati tanda-tanda alam. Rekaman suara burung bisa kita dengarkan di bawah ini: 




Burung-burung pejantan ini memperdengarkan kicau suara merdunya, untuk menarik betina yang bersedia menjadi rekanan melanjutkan keturunan. Atau kasarnya pejantan itu jual diri demi keturunan. Ooh betapa indahnya alam. 


2014/03/25

Perempuan Indonesia Ini Memukau di KTT Nuklir

Perempuan Indonesia Ini Memukau di KTT Nuklir

Senin 24 Maret 2014, bukan saja hari sedih tentang Surti Dahlia wanita asal Indonesia penumpang MH370 yang mungkin takkan kembali lagi ke Amsterdam.  Di hari yang sama Bernadeta Astari, soprano Indonesia tampil memukau di depan Barrack Obama dan 90an kepala dan pemimpin negara di KTT Keamanan Nuklir, Den Haag.


Penampilannya meyakinkan, dengan liak-liuk lengan yang lembut dia menampilkan suara khas di lingkaran arena di kelilingi para pemimpin negara dunia yang hadir di Den Haag. Dengan permainan cahaya, Deta muncul dari kegelapan di depan Barrack Obama, Presiden Tiongkok, Xi Jinping dll. Saksikan video di bawah ini:


Suara memukau Deta masih sama seperti tahun 2007, ketika Serbalanda pertama kali berjumpa dan mewawancarai untuk acara Kamera di Radio Nederland. Deta mahasiswi konservatorium datang ke Belanda berkat beasiswa dari berbagai institusi pada tahun 2006 tiba di Belanda.

Gadis kelahiran Jakarta ini tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Di kota Utrecht dia langsung membaur dengan rekan sesama mahasiswa Indonesia di Belanda Tengah. Didukung karekternya yang rendah diri dan selalu sopan, soprano ini disukai baik di Conservatorium maupun di kalangan teman.

Setahun kedatangannya ke Belanda, Deta sudah menarik perhatian dunia musik klassik Belanda. Tahun 2007 dia menyambar hadiah Prinses Christina Concours.

Tahun 2012 Bernadeta merampungkan studi di Conservatorium dengan predikat cum laude. Dan di tahun yang sama ia meraih berbagai penghargaan:

  • The Dutch Classical Talent Tour & Award, 
  • The Radio-4 prijs Dutch Classical Talent Award
  • De Prijs van de Provincie Noord-Brabant op het 49e Internationale Vocalisten Concours in ’s Hertogenbosch. 

Sejak 2009 ia berkolaborasi dengan pianis Jepang, Kanako Inoue. Mereka tampil di berbagai podium de Kleine Zaal van het Concertgebouw Amsterdam, het Grachtenfestival Amsterdam dan lainnyabaik di Belanda maupun di Indonesia. Bersama Deta dan Kanako merilis cd Perjalanan (Reis).

Tulisan di RNW tentang Deta:
Website Deta







2014/02/23

Goyang Dangdut di Almere Meraih Target

Goyang Dangdut di Almere Meraih Target

Aksi galang dana bertemakan "Berdangdut Sambil Bantu Korban Kelud" di Almere Belanda 22 Februari, berhasil mengumpulkan dana belasan juta rupiah dalam beberapa jam. Pantas acungan jempol buat semuanya!


Malam itu sukses berkat dukungan para sukarelawan. "Dangdut Sambil Bantu Korban Kelud" di Almere itu bagi ketua panitia adalah sebuah keberhasilan. 

2014/02/16

Sambil Berdangdut, Bantu Korban Kelud!!

Sambil Berdangdut, Bantu Korban Kelud!!


Ketika ditimpa berbagai bencana, warga Indonesia di Belanda tergerak membantu korban di Tanah Air. Salah satu inisiatifnya muncul di kota Almere Belanda. 


Tia Meilani Setyowati, artis sohor sebagai pemenang  (AFI) Akademi Fantasi Indosiar 2004, mengajak publik Belanda berdangdut dan Poco-poco ria. Separoh hasil penjualan karcis masuk Malam Dangdut disumbangkan untuk Panti Asuhan Pamardi Yoga di Surakarta. Rumah untuk anak kurang mampu itu memang menjadi bagian khusus dari kegiatan sosial Tia.



Artis bersuara khas yang sejak sepuluh tahun itu menyandang nama "Tia AFI", berada di Belanda memenuhi undangan perayaan Tahun Baru Imlek di Almere 15 Februari 2014. Sisa hari jelang kembali ke Tanah Air, Tia didampingi sang suami Adi Ardhiyanto menyempatkan mengundang publik di Belanda bersolider pada korban bencana khususnya letusan Gunung Kelud.

2014/02/07

Pasar Malam Indonesia (PMI) Den Haag Tamat di 2014?

Pasar Malam Indonesia (PMI) Den Haag Tamat di 2014?

Pasar Malam Indonesia (PMI), pekan Indonesia di Belanda, tampaknya akan menyusul penggagasnya almarhum J.E. Habibie, ke alam baqa. Berbagai indikasi menunjukkan 2014 ini jadi akhir cerita PMI. Selamat Tong-Tong Fair, Anda menang!


Rasanya seperti tidak percaya. No..no.. Dengan air mata merosot di pipi, Serbalanda menangkap berbagai sinyal. Kemungkinan besar Pasar Malam Indonesia, penyambung Indonesia dan Belanda masa sekarang, akan tamat sampai tahun 2014. Episode ke lima tidak sampai terlaksana.

Salah satu indikasinya, tidak ada promo di laman situs KBRI www.indonesia.nl atau di website penyelenggara. www.pasarmalamindonesia.com.  Bahkan di page nya KBRI di Facebook juga tidak menyinggung soal PMI. Yang muncul hanyalah imbauan untuk mensukseskan pemilu 2014. Janggal, karena untuk even segede itu, persiapan promonya harus sudah jauh hari.

2014/01/12

Tanpa Bukti di Lapangan, Indonesia Kewalahan Promo Wisata

Tanpa Bukti di Lapangan, Indonesia Kewalahan Promo Wisata

Paroh Januari ini, berlangsung pameran wisata Vakantiebeurs di Jaarbeurs Utrecht Belanda. Inilah tempat para calon wisman memulai liburannya. Seperti biasanya Indonesia juga memiliki stand untuk menarik calon wisatawan dengan segala cara. 


Tarik Publik
Pameran wisata digelar 15-19 Januari 2014 ini, menjadi ajang promosi bagi negara-negara peserta. Para pengunjung ingin melihat dari dekat, tawaran sektor wisata untuk musim liburan 2014 ini. Turki, Jerman, Belanda, Indonesia dan lainnya menjadikan lima hari ini sebagai ajang unjuk kelebihan menarik publik datang ke negara mereka.

Blog Serbalanda

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Team Serbalanda

Eka Tanjung
CEO
Aslam Hanif
Creative Designer
Supir Santun
Driver Guide
Mercy Vito
Armada

Contact

Info Serbalanda

Silakan Menghubungi Whatsapp atau Mengisi Formulir

Kantor:

ALMERE - BELANDA

Jam Buka:

Kami Selalu Siap Dihubungi

WHATSAPP:

+31645003336